메뉴 건너뛰기

구속사운동센터

News
조회 수 255 추천 수 0 댓글 0
?

단축키

Prev이전 문서

Next다음 문서

크게 작게 위로 아래로 댓글로 가기 인쇄
?

단축키

Prev이전 문서

Next다음 문서

크게 작게 위로 아래로 댓글로 가기 인쇄

The History of Redemption

"Jakarta, Indonesia Seminar"

 

 

1520642_361626870689748_8707657461115223705_n.jpg

 

 

 

 

WORLD CLASS SEMINAR!

THE HISTORY OF REDEMPTION SEMINAR IN JAKARTA ON 13th APRIL 2015

COME AND EXPERIENCE THE WORD OF GOD!

 

10421313_378102392375529_7327845828059011021_n.jpg

 

11057396_378102289042206_2747108796361254867_o.jpg

 

11072896_378102362375532_8903020107801967794_n.jpg

 

11130170_378102315708870_8768511878489831151_n.jpg

 

11136730_378102339042201_6677287660208555665_n.jpg

 

 

 

 

 

Seri Kelima Buku Sejarah Penebusan Diluncurkan

 

 

90sejarahpenebusan.jpg

 

 

 

 

Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D meluncurkan Buku Sejarah Penebusan seri Kelima berjudul Janji Dari Perjanjian Kekal, di Integrity Convention Center, Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Foto: Andreas Pamakayo

JAKARTA, TABLOIDPODIUM.COM - Penulis fenomenal Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D meluncurkan Buku Sejarah Penebusan seri Kelima berjudul Janji Dari Perjanjian Kekal secara resmi dengan dihadiri oleh ribuan jemaat kristiani Indonesia.

 

penebusan.jpg

 

Dalam sambutannya, pembicara Pendeta Phillip Lee D.Th., Ph.D. yang juga ketua dari Berit Theology Seminary mengucap syukur dan berterima kasih terhadap respon luar biasa dari jemaat kristiani di Indonesia terhadap buku Sejarah Penebusan mulai dari awal hingga seri kelima ini. Phillip memuji kesehatiaan dari setiap jemaat Kristiani di Indonesia yang meskipun berbeda denominasi dan juga sinode, namun tetap bisa bersama-sama dalam satu keyakinan terhadap Kristus.

 

“Saya merasa sangat berbahagia melihat saudara-saudara Kristiani di Indonesia yang beranekaragam dan berbeda sinode, tapi bisa bersatu. Di negara saya, Korea begitu keras persaingannya, bahkan bisa sampai tidak bertegur sapa. Kesatuan ini (di Indonesia) merupakan hal yang patut dicontoh. Saya berharap juga buku seri kelima Sejarah Penebusan ini semakin memperkaya keyakinan dan minat kita terhadap Alkitab dan Firman Tuhan didalamnya,” kata Phillip Lee saat konferensi pers bersama awak media, di Integrity Convention Center, Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Didampingi beberapa tokoh Kristen Indonesia seperti Pendeta Dr. Andreas Yewangoe (Ketua Majelis Pertimbangan PGI), Pendeta Dr. Nus Reimas (Ketua Majelis Pertimbangan PGLII), tutut hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Damai Sejahtera Utama Ferry Tandiono, Komjen (Purn) Drs. Insmerda Lebang, Pdt. Dr. Youn Doo Hee, Penerjemah buku Seri Sejarah Penebusan dan Gembala Sidang Gereja Presbiterian Bukit Sion Indonesia, Prof. Dr. Datuk Ted Sioeng, dan Dr. Lukman Astanto, Ketua Yayasan Damai Sejahtera Utama.

Selain itu, Pendeta Phillip Lee juga memberitahukan bahwa sang penulis Pendeta Abraham Park telah dipanggil pulang ke rumah Bapa di Surga pada Desember 2014 lalu, dan telah menyelesaikan Sejarah Penebusan sampai seri ke-12 yang akan dibukukan kemudian.

Mengenai buku seri kelima ini sendiri, lanjut Pendeta Phillip Lee mengungkapkan, ada salah satu hal menarik yaitu buku ini memuat periode ketiga Silsilah Yesus Kristus untuk pertama kalinya di dunia.

“Sebelumnya dari ratusan ribu teologi di dunia ini, tidak ada buku yang membahas periode ketiga dari Silsilah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Pdt. Dr. Andreas Yewangoe Ketua Majelis Pertimbangan PGI mengatakan, bahwa penulis buku ini (Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D) yang diketahui tidak pernah belajar teologi secara formal, tetapi dia penulis yang sangat luar biasa dan mendapat kesan bahwa ia mampu untuk menenun kedalaman ilmu serta ketinggiaan spiritualitas.

Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D, lanjut Andreas, pandai berbahasa Ibrani dan Yunani hal yang tidak pernah dibaca secara formal disajikan dalam tulisan Sejarah Penebusan.

“Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D mencoba mengeksplorasi sisilah dari perpektif kristiani, ia melihat bahwa sesungguhnya ini akan menuju kepada Kristus. Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D mengajak orang sebenarnya jangan pernah kehilangan indentitas apapun itu tetapi menatap selalu jelas untuk misi kedepan,” jelas Andreas.        

Hal yang senda juga diungkapkan Pdt. Dr. Nus Reimas Ketua Pertimbangan PGLII, Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D, memang tidak belajar secara formal tetapi bisa menulis semua sejarah mulai dari awal sampai manusia datang kepada Kristus penebusan.

Satu hal yang menarik, tambah Nus, adalah Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D menghabiskan waktu 3 tahun 6 bulan 7 hari untuk berdoa mencari hadirat Tuhan.

“Terkadang banyak orang belajar teologi tetapi tidak mencari hadirat Tuhan. Dia belajar pengetahuan tetapi tidak ada hubungan pribadi dengan Tuhan itu dapat meninggalkan legasi yang penting, banyak orang bisa hidup melayani tanpa sebuah legasi tetapi ia telah meninggalkan suatu legasi yang penting buat orang banyak,” tekan Nus.  

Ketika membaca buku Sejarah Penebusan, menurut Nus, ini luar biasa karena Pendeta Abraham Park, D.Min., D.D dapat menuntun pembaca untuk mengerti saat berziarah ke Israel, kenapa dari tempat a ketempat b dan ada apa di sana?

“Itu semua dibuka secara gamblang sehingga kita benar-benar melihat dan mempunyai makna serta arti ketika berziarah kesana. Seperti kata Bung Karno Jasmerah (jangan lupa sejarah) karena dengan memahami sejarah kita mengerti kenapa kita ada pada hari ini dan untuk apa,” tutur Nus.

Nus bersyukur kepada Tuhan bahwa Yayasan Damai Sejatera Utama telah Tuhan pakai untuk menjadi berkat dan banyak sekali sekolah teologia sudah mulai mengadopsi buku ini menjadi panduan dalam perkuliahan.

“Kita berdoa dan berharap lebih banyak lagi umat kristiani di Indonesia mengenal hal ini dan makin mengapresiasi karya Tuhan yang begitu pantas sehingga kita dapat menerima anugerah keselamatan,” Nus berharap.     

Dalam acara peluncuran ini, dilaksanakan ibadah syukur, dilanjutkan dengan peluncuran buku seri kelima, dan juga seminar sejarah penebusan seri keempat dan kelima, juga penayangan video dokumenter singkat mengenai Pendeta Abraham Park.

 

Salah satu pemateri dari seminar tersebut adalah seorang missionaris dari Gereja Pyungkang Cheil, Korea Selatan yaitu Park In Ja yang membawakan materi mengenai sejarah kekuasaan dan keturunan para Raja di dalam Perjanjian Lama, yaitu salah satunya adalah Raja Salomo, mulai dari masa kemakmuran hingga kejatuhannya.

 

Article from : http://www.tabloidpodium.com/berita-seri-kelima-buku-sejarah-penebusan-diluncurkan.html


위로